Rabu, 11 April 2012

keterampilan Dasar Mengajar


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Pada proses pembelajaran dimana guru diharapkan menjadi sebagaifasilitator dalam proses belajar mengajar, dengan pembelajaran yang lebihrealistik dan aplikaif khususnya bidang pelajaran IPA. Oleh karena itu perludiperhatikan materi Keterampilan Dasar Pembelajaran sebagai dasar seorang gurumelaksanakan kewajibannya dan untuk lebih memudahkan tercapainyakeberhasilan proses pembelajaran yang diinginkan.
B.      Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini untuk menghasilkan suatu bahan ajar kepadasiswa-siswi yang mengikuti pembelajaran IPA Fisika khususnya Tingkat SatuanPendidikan SMA.
Latihan mengajar terbatas bertujuan agar mahasiswa calon guru:
1.      Memahami jenis-jenis keterampilan mengajar yang essensial, untukmembentuk kemampuan guru yang professional.
2.      Memahami konsep dasar dan komponen setiap jenis keterampilanmengajar
3.      Menguasai setiap jenis keterampilan, mengajar terbatas yang essensial.
C.      Ruang Lingkup
Yang harus dikuasai oleh mahasiswa calon guru dalam latihan ketrampilanmengajar terbatas:
1.  Konsep dari setiap jenis keterampilan mengajar.
2.    Komponen-komponen dari suatu ketermpilan mengajar terbatas.
3.      Penerapannya didepan kelas.

Keterampilan dasar mengajar ini oleh penulis diterap pada Mata KuliahMicroteaching (PPL I) sebagai salah satu tugas perkuliahan yang merupakan basis dari praktek pendidikan yang menuntut skill dan keterampilan praktek seorangguru dalam proses belajar mengajar.





BAB II
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

Keterampilan Dasar Mengajar merupakan keterampilan dasar mengajar yang perlu dimiliki oleh guru dari semua bidang studi. Jika dipertimbangkan bahwa bidang-bidang studi yang bermacam-macam mempunyai ciri-ciri pengajaran yang khas, keterampilan mengajar untuk bidang-bidang studi khusus perlu dikembangkan. Perkembangan dunia pendidikan menggunakan media dan teknologi saat inimenyebabkan kekhasan ciri pengajaran dari masing-masing studi makin tampak, dan perbedaannya dengan pengajaran bidang studi lain makin nyata. Dalam kegiatan mengajar, begitu banyak hal yang harus diperhitungkan oleh guru, misalnya:
·         Keadaan siswa
·         Tujuan yang akan dicapai
·         Sifat materi yang akan menjadi bahan ajar.
·         Keadaan saranaMengajar termasuk kegiatan yang kompleks.
·         Melibatkan kemampuan guru/mahasiswa calon guru untuk menguasaimateri.
·         Teknik pengelolaan PBM.
·         Pengelolaan waktu.
·         Pengendalian disiplin
·         Pelayanan terhadap perbedaan kemampuan siswa.
·         Sikap terhadap profesi.
·         Sikap terhadap siswa

Keterampilan Dasar Mengajar meliputi :
A.   Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran
Keterampilan membuka pelajaran adalah usaha guru untuk mengkondisikanmental peserta didik agar siap dalam menerima pelajaran. Dalam membukapelajaran peserta didik harus mengetahui tujuan yang akan dicapai dan langkah-langkah yang akan ditempuh.
Tujuan membuka pelajaran adalah :
1.      Menyiapkan mental siswa agar siap memasuki persoalan yang akan dipelajariatau dibicarakan.
2.      Menimbulkan minat serta pemusatan perhatian siswa terhadap apa yang akandibicarakan dalam kegiatan pembelajaran. Awal kegiatan pelajaran seorang guru harus melakukan kegiatan membuka pelajaran.


Komponen keterampilan membuka pelajaran yaitu :
1.  Menarik Perhatian Siswa
Cara yang dapat dipergunakan :
a)      Gaya Mengajar Guru Perhatian dapat timbul dari apresiasi gaya mengajar guru seperti posisi,atau kegiatan yang berbeda dari biasanya.
b)      Penggunaan Alat Bantu MengajarSeperti gambar, model, skema, disamping menarik perhatianmemungkinkan terjadinya kaiatan antara hal yang telah diketahui denganhal yang dipelajari.
c)      Pola Interaksi Yang BervariasiSeperti guru-siswa, siswa-siswa, siswa-guru.
2. Menimbulkan Motivasi
Cara untuk menimbulkan motivasi :
a)      Dengan Hangat dan Antusias
Hendaknya ramah, antusias, bersahabat dan sebagainya. Sebab dapatmendorong tingkah dan kesenangan dalam mengerjakan tugas sehinggamotivasi siswa akan timbul.
b)  Menimbulkan Rasa Ingin Tahu
Melontarkan ide yang bertentangan dengan mengerjakan masalah atau kondisi diri kenyataan sehari-hari
Contoh:
Kalau  transmigrasi dapat meningkatkan kemakmuran penduduk mengapa banyak penduduk di pulau Jawa tidak mau transmigrasi.
c)  Dengan Memperhatikan Minat Siswa
Menyesuaikan topik pelajaran dengan minat siswa karena motivasi dan minat berpengaruh pada jenis kelamin, umur, sosial ekonomi dan sebagainya.
3.  Memberi Acuan (Structuring)
Yaitu usaha untuk mengemukakan secara spesifik dan singkat serangkai alternative yang memungkinkan siswa memperoleh gambaran yang jelas hal-hal yang harus dipelajari.
Untuk itu cara yang dilakukan adalah:
a)      Mengemukakan tujuan dan batas tugas hendaknya guru mengemukakantujuan pelajaran terlebih dahulu batas tugas yang dikerjakan siswa.
Contoh :
Guru : hari ini kita belajar mengarang cerita perhatikan tigabuah gambar berikut lalu berdasarkan gambar itu tulis suatucerita yang panjangnya lebih kurang 100 kata.
b)      Menyarankan langkah-langkah yang dilakukan tujuannya adalah agar dalam pelajaran siswa akan terarah usahanya dalam mempelajari materi dan tugas jika guru memberi saran dan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan misalnya :
Guru: tugas kalian adalah membuktikan pada temperature berapa derajatcelcius air mendidih langkah yang harus kalian kerjakan adalah :
Ø  Mengukur temperature yang belum dipanasi
Ø  Lalu nyalakan lampu spirtus ini dan panaskan air dalam gelas ini
Ø  Jika air sudah mendidih catatlah berapa suhunya sesuai dengan yangkelihatan pada temperatur.
c)      Mengingatkan masalah pokok yang dibahas misalnya: Dengan mengingatkan siswa untuk menemukan hal-hal yangpositif dari sifat suatu konsep, tanda, media, hewan dan lain-lain. Selainitu tunjukan juga hal negatif yang hilang atau kurang lengkap.
Contoh:
Periksalah bahan-bahan ini dan tentukan mengapa beberapa batu dapat digolongkan dalam jenis batu yang mengandung biji besi dan yang lain tidak.
d)      Mengajukan pertanyaan
Pertanyaan diajukan sebelum memulai penjelasan akan mengarahkan siswa dalam mengantisipasi isi pelajaran yang akan dipelajari.
Contoh:
Sebelum memutar film tentang siklus kehidupan nyamuk gurumengajukan pertanyaan untuk membantu siswa memahami siklusnyamuk yang digambarkan oleh film tersebut.
e)      Membuat Kaitan
Jika guru mengerjakan materi baru perlu menghubungkan dengan hal yang telah dibuat siswa atau pengalaman atau minat dan kebutuhannya untukmempermudah pemahaman hal-hal yang telah dikenal, pengalaman, minat dan kebutuhan inilah yang disebut dengan pengait.
Contoh:
Usaha guru untuk membuat kaitan.
a)      Permulaan pelajaran guru meninjau kembali sejauh mana materisebelumnya telah dipahami dengan mengajukan pertanyaan ataumerupakan inti materi pelajaran terdahulu secara singkat.
b)      Cara membandingkan atau mempertentangkan dengan pengetahuan baru,hal ini dilakukan jika pengetahuan baru erat kaitanya dengan pengetahuanlama.
Contoh :
Guru bertanya untuk mengetahui pemahaman siswa tentangpengurangan sebelum mengerjakan pembagian.
c)      Cara menjelaskan konsepnya atau pengertian lebih dahulu sebelummengerjakan bahan secara terperinci.

Keterampilan Menutup Pelajaran adalah memberikan gambaran menyeluruhtentang apa yang dipelajari siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dantingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar. Dalam menutup pelajaran, guru dapat menyimpulkan materi pelajaran, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan guna dalam proses belajar mengajar.
Cara yang dapat dilakukan adalah :
1.      Meninjau KembaliAkhir kegiatan guru harus meninjau kembali apakah inti pelajaran yangdiajarkan sudah dipahami oleh siswa, kegiatan ini meliputi ;
Ø  Merangkum inti pelajaran (berlangsung selama proses PBM).
Ø  Membuat ringkasan (dimaksudkan dengan adanya ringkasan siswa yangtidak memiliki buku atau yang terlambat bisa mempelajarinya kembali).
2.      MengevaluasiSalah satu upaya untuk mengetahui apakah siswa sudah mendapatkanpemahaman yang utuh terhadap konsep yang dijelaskan adalah dengan evaluasi.
Bentuk-Bentuk Evaluasi Itu Meliputi :
a)      Mendemonstrasikan ketrampilan
Contoh :
Setelah selesai mengarang puisi guru dapat meminta siswa untukmembacakan di depan kelas.
b)      Mengaplikasikan ide baru pada situasi lain
Contoh :
Guru merupakan persamaan kuadrat siswa disuruh menyelesaikansoal persamaan.
c)      Mengekpresikan pendapat siswa sendiriGuru dapat meminta komentar tentang keefektifan suatu demontrasi yangdilakukan guru atau siswa lain.
d)      Soal-soal tertulis
Ø  Uraian
Ø  Tes objektif
Ø  Melengkapi lembar kerja
Prinsip-prinsip membuka dan menutup pelajaran
ü  Dalam membuka pelajaran harus memberi makna kepada peserta didik, yaitu dengan menggunakan cara-cara yang relevan dengan tujuan dan bahan yang akan disampaikan
ü  Hubungan antara pendahuluan dengan inti pengajaran serta dengan tugas-tugas yang dikerjakan sebagai tindak lanjut nampak jelas dan logis
ü  Menggunakan apersepsi yaitu mengenalkan pokok pelajaran denganmenghubungkannya terhadap pengetahuan yang sudah diketahui olehpeserta didik.

B.      Keterampilan mengelola kelas
Keterampilan mengelola kelas merupakan kemampuan guru dalammewujudkan dan mempertahankan suasana belajar mengajar yang optimal
Tujuan dari pengelolaan kelas adalah :
·         Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang memungkinkan pesertadidik memgembangkan kemampuannya secara optimal
·         Menghilangkan berbagai hambatan dan pelanggaran disipilin yangdapat merintangi terwujudnya interaksi belajar mengajar
·         Mempertahankan keadaan yang stabil dalam susana kelas, sahinggabila terjadi gangguan dalam belajar mengajar dapat dikurangi dandihindari
·         Melayani dan membimbing perbedaan individual peserta didik
·         Mengatur semua perlengkapan dan peralatan yang memungkinkanpeserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional danintelektual peserta didik dalam kelas.
Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas
Ø  Keluwesan, digunakan apabila guru mendapatkan hambatan dalamperilaku peserta didik, sehingga guru dapat merubah strategimengajarnya
Ø  Kehangatan dan keantusiasan
Ø  Bervariasi, gunakan variasi dalam proses belajar mengajar
Ø  Tantangan, gunakan kata-kata, tindakan atau bahan sajian yangmenantang
Ø  Tanamkan disiplin diri, selalu mendorong peserta didik agar memiliki disipin diri
Ø  Menekankan hal-hal positif, memikirkan hal positif dan menghindarkankonsentrasi pada hal negative

Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
Ø  Keterampilan yang bersifat preventif guru dapat menggunakan kemampuannya dengan cara :
·         Memusatkan perhatian
·         Menunjukkan sikap tanggap
·         Menegur
·         Membagi perhatian
·         Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas
·         Memberi penguatan
Ø  Keterampilan megelola kelas yang bersifat represif, guru dapatmenggunakan keterampilan dengan cara :
·         Pengelolaan kelompok
·         Modifikasi tingkah laku
·         Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah

Hal-hal yang harus dihindari dalam mengembangkan keterampilanmengelola kelas:
Ø  Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan
Ø  Pengulangan penjelasan yang tidak perlu
Ø  Penyimpangan
Ø  Kesenyapan
Ø  Bertele-tele

C.      Keterampilan menjelaskan
Keterampilan Menjelaskan adalah suatu keterampilan menyajikan bahan belajar yang diorganisasikan secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang berarti,sehingga mudah dipahami para peserta didik.
Prinsip-prinsip menjelaskan :
1.      Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristikpeserta didik
2.    Penjelasan harus diselingi tanya jawab
3.    Materi penjelasan harus dikuasai secara baik oleh guru
4.    Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran
5.    Materi penjelasan harus bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik
6.      Dapat menjelaskan harus disertai dengan contoh-contoh yang kongkritdan dihubungkan dengan kehidupan

Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menjelaskan
1.      Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan harus sederhana, terang dan jelas
2.    Bahan yang akan diterangkan dipersiapkan dan dikuasai terlebih dahulu
3.    Pokok-pokok yang diterangkan harus disimpulkan
4.    Dalam menjelaskan serta dengan contoh dan ilustrasi
5.      Adakan pengecekan terhadap tingkat pemahaman peserta didik melaluipertanyaan-pertanyaan

D.     Keterampilan bertanya (dasar dan lanjut)
Keterampilan bertanya merupakan ucapan atau pertanyaan yang dilontarkan guru yang menuntun respon atau jawaban dari peserta didik
Keterampilan bertanya bertujuan untuk :
Ø  Memotivasi peserta didik agar terlibat dalam interaksi belajar
Ø  Melatih kemampuan mengutarakan pendapat
Ø  Merangsang dan meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik
Ø  Melatih peserta didik berfikir divergen
Ø  Mencapai tujuan belajar

Jenis-jenis pertanyaan
Ø  Pertanyaan langsung, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada salahsatu peserta didik
Ø  Pertanyaan umum dan terbuka, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepadaseluruh kelas
Ø  Pertanyaan retorik, yaitu pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban
Ø  Pertanyaan faktual, yaitu pertanyaan untuk menggali fakta daninformasi
Ø  Pertanyaaan yang diarahkan kembali, yaitu pertanyaan yangdikembalikan kepada peserta didik atas pertanyaan peserta didik lain
Ø  Pertanyaan memimpin (Leading Question) yaitu pertanyaan yang jawabannya tersimpul dalam pertanyaan itu sendiri

Prinsip-prinsip bertanya
ü  Pertanyaan hendaknya mengenai satu masalah saja. Berikan waktuberfikir kepada peserta didik
ü  Pertanyaan hendaknya singkat, jelas dan disusun dengan kata-kata yang sederhana
ü  Pertanyaan didistribusikan secara merata kepada para peserta didik
ü  Pertanyaan langsung sebaiknya diberikan secara random
ü  Pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapanpeserta didik
ü  Sebaiknya hindari pertanyaan retorika atau leading question

Teknik-teknik dalam bertanya
Ø  Tekhnik menunggu
Ø  Tekhnik menguatkan kembali
Ø  Tekhnik menuntun dan menggali
Ø  Tekhnik mekacak

E.      Keterampilan memberikan penguatan
Memberi penguatan atau reincorcement merupakan tindakan atau responterhadap suatu bentuk perilaku yang dapat mendorong munculnya peningkatankualitas tingkah laku tersebut di saat yang lain. Tujuan menggunakan keterampilan memberi penguatan dalam pengajaran untuk:
Ø  Menimbulkan perhatian peserta didik
Ø  Membangkitkan motivasi belajar peserta didik
Ø  Menumbuhkan kemampuan berinisiatif secara pribadi
Ø  Merangsang peserta didik berfikir yang baik
Ø  Mengembalikan dan mengubah sikap negatif peserta dalam belajar ke arahperilaku yang mendukung belajar

Jenis-jenis penguatan
Ø  Penguatan Verbal
Ø  Penguatan Gestural
Ø  Penguatan dengan cara sambutan
Ø  Penguatan dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan
Ø  Penguatan berupa tanda atau benda

Prinsip-prinsip penguatan
ü  Dilakukan dengan hangat dan semangat
ü  Memberikan kesan positif kepada peserta didik
ü  Berdampak terhadap perilaku positif
ü  Dapat bersifat pribadi atau kelompok
ü  Hindari penggunaan respon negative

F.       Keterampilan mengadakan variasi
Penggunaan variasi merupakan keterampilan guru dalam menggunakan bermacam kemampuan untuk mewujudkan tujuan belajar peserta didik sekaligus mengatasi kebosanan dan menimbulkan minat, gairah dan aktivitas belajar mengajar yangefektif. Tujuan penggunaan variasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk :
Ø  menghilangkan kejemuan dalam mengikuti proses belajar
Ø  mempertahankan kondisi optimal belajar
Ø  meningkatkan perhatian dan motivasi peserta didik
Ø  memudahkan pencapaian tujuan pengajaran

Jenis-jenis variasi
·         variasi dalam penggunaan media
·         variasi dalam gaya mengajar
·         variasi dalam penggunaan metode
·         variasi dalam pola interaksi yaitu gunakan pola interaksi multi arah

Prinsip-prinsip penggunaan variasi dalam pengajaran
ü  gunakan variasi dengan wajar, jangan dibuat-buat
ü  perubahan satu jenis variasi ke variasi lainnya harus efektif
ü  penggunaan variasi harus direncakan dan sesuai dengan bahan, metode,dan karakteristik peserta didik

G.     Keterampilan mengajar kelompok/perorangan
Keterampilan mengajar kelompok kecil adalah kemampuan guru melayani kegiatan peserta didik dalam belajar secara kelompok dengan jumlah peserta didik berkisar antara 3 hingga 5 orang atau paling banyak 8 orang untuk setiap kelompoknya. Sedangkan keterampilan dalam pengajaran perorangan atau pengajaran individual adalah kemampuan guru dalam menentukan tujuan, bahan ajar, prosedur dan waktu yang digunakan dalam pengajaran denganmemperhatikan tuntutan-tuntutan atau perbedaan-perbedaan individual peserta didik.
Tujuan guru mengembangkan keterampilan mengajar kelompok kecil danperorangan adalah
Ø  Keterampilan dalam pendekatan pribadi
Ø  Keterampilan dalam mengorganisasi
Ø  Keterampilan dalam membimbing belajar
Ø  Keterampilan dalam merencakan dan melaksanakan KBM

H.   Keterampilan Membimbing diskusi kelompok kecil
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses belajar yang dilakukan dalam kerjasama kelompok bertujuan memecahkan suatu permasalahan, mengkaji konsep,prinsip atau kelompok tertentu.
Prinsip-prinsip membimbing diskusi kelompok kecil :
Ø  Laksanakan diskusi dalam suasana yang menyenangkan
Ø  Berikan waktu yang cukup untuk merumuskan dan menjawab permasalahan
Ø  Rencanakan diskusi kelompok dengan sistematis
Ø  Bimbinglah dan jadikanlah diri guru sebagai teman dalam diskusi

Komponen keterampilan guru dalam megembangkan pembimbingan kelompok kecil :
Ø  Memperjelas permasalahan
Ø  Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Ø  Pemusatan perhatian
Ø  Menganalisa pandangan peserta didik
Ø  Meningkatkan urutan pikiran peserta didik
Ø  Menutup diskusi

Hal-hal yang harus dihindari dalam membimbing diskusi kelompok kecil :
Ø  Melaksanakan diskusi yang tidak sesuai dengan karakteristik dankebutuhan peserta didik
Ø  Tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada peserta didik untukmemikirkan pemecahan masalah
Ø  Membiarkan diskusi dikuasai oleh peserta didik tertentu
Ø  Membiarkan peserta didik mengemukakan pendapat yang tidak adakaitannya dengan topik pembicaraan
Ø  Membiarkan peserta didik tidak aktif
Ø  Tidak merumuskan hasil diskusi dan tiadak membentuk tindak lanjut






BAB III
PENUTUP

Keterampilan dasar mengajar merupakan keterampilan dasar mengajar yangperlu dimiliki oleh guru dari semua bidang studi. Jika dipertimbangkan bahwa bidang-bidang studi yang bermacam-macam mempunyai ciri-ciri pengajaran yang khas,keterampilan mengajar untuk bidang-bidang studi khusus perlu dikembangkan.Keterampilan dasar mengajar tersebut meliputi :
1.      .Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran
2.      Keterampilan mengelola kelas
3.      Keterampilan menjelaskan
4.      Keterampilan bertanya
5.      Keterampilan memberikan penguat
6.      Keterampilan mengadakan variasi
7.      Keterampilan mengajar kelompok atau perorangan
8.      Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
Keterampilan mengajar bagi seorang guru adlah sangat penting kalau ia inginmenjadi seorang guru yang profesional, jadi disamping dia harus menguasai sumbstansibidang studi yang diampu, keterampilan dasar mengajar juga merupakan keterampilanpenunjang untuk keberhasilan dia dalam proses belajar mengajar.

















REFERENSI



Kamis, 08 Desember 2011

Dari Mata, Turun Ke Hati…

email
Matahari telah tergelincir. Seorang lelaki terlihat bersegera menuju masjid ketika adzan zuhur dikumandangkan dari sebuah masjid kampus. Lelaki itu berwudhu dan menunaikan shalat nawafil. Lalu ia menjadi makmum di shaff terdepan. Shalat wajib ia laksanakan dengan ruku’ dan sujud yang sempurna. Setelah shalat tak lupa ia memuji nama Tuhannya dan memanjatkan doa untuk dirinya, ibu, ayahnya dan untuk ummat Muhammad saw yang sedang berjihad fii sabilillah.
Sebelum menuju kelas untuk kuliah, lelaki itu menyempatkan diri bersalam-salaman dengan beberapa jamaah lain. Dengan raut wajah yang bersahaja, ia sedekahkan senyum terhadap semua orang yang ditemuinya. Ucapan salam pun ditujukannya kepada para akhwat yang ditemuinya di depan masjid.
Lelaki yang bernama Ali itu kemudian segera memasuki ruang kelasnya. Ia duduk di bangkunya dan mengeluarkan buku berjudul “Langitpun Terguncang’. Buku berisi tentang hari akhir itu dibacanya dengan tekun. Sesekali ia mengerutkan dahi dan dan sesekali ia tersenyum simpul.
Ali sangat suka membaca dan meyukai ilmu Allah yang berhubungan dengan hari akhir karena dengan demikian ia dapat membangkitkan rasa cinta akan kampung akhirat dan tidak terlalu cinta pada dunia. Prinsipnya adalah “Bekerja untuk dunia seakan hidup selamanya dan beribadah untuk akhirat seakan mati esok.”
Sejak setahun belakangan ini, Ali selalu berusaha mencintai akhirat. Sunnah Rasululah saw ia gigit kuat dengan gigi gerahamnya agar tak terjerumus kepada bid’ah. Ali selalu menyibukkan diri dengan segala Islam. Ia sangat membenci sekularisme karena menurutnya, sekulerisme itu tidak masuk akal. Bukankah ummat Islam mengetahui bahwa yang menciptakan adalah Allah swt, lalu mengapa mengganti hukum Tuhannya dengan hukum ciptaan dan pandangan manusia? Bukankah yang menciptakan lebih mengetahui keadaan fitrah ciptaannya?
Allah swt yang menciptakan, maka sudah barang tentu segala sesuatunya tak dapat dipisahkan dari hukum Allah. Katakan yang halal itu halal dan yang haram itu haram, karena pengetahuan yang demikian datangnya dari sisi Allah.
Sementara Ali membaca bukunya dengan tekun, dua mahasiswi yang duduk tak jauh dari Ali bercakap-cakap membicarakan Ali. Mereka menyayangkan sekali, Ali yang demikian tampan dan juga pintar, namun belum mempunyai pacar, padahal banyak mahasiswi cantik di kampus ini yang suka padanya. Tapi tampaknya Ali tidak ambil peduli. Sikapnya itu membuat para wanita menjadi penasaran dan justru banyak yang ber-tabarruj di hadapannya. Kedua wanita itu terus bercakap-cakap hingga lupa bahwa mereka telah sampai kepada tahap ghibah.
Ali memang tak mau ambil pusing tentang urusan wanita karena ia yakin jodoh di tangan Allah swt. Namun tampaknya iman Ali kali ini benar-benar diuji oleh Allah SWT.
Ali menutup bukunya ketika dosen telah masuk kelas. Tampaknya sang dosen tak sendirian, di belakangnya ada seorang mahasiswi yang kelihatan malu-malu memasuki ruang kelas dan segera duduk di sebelah Ali.
Ali merasa belum pernah melihat gadis ini sebelumnya.
Saat dosen mengabsen satu persatu, tahulah Ali bahwa gadis itu bernama Nisa.
Tanpa sengaja Ali memandang Nisa. Jantungnya berdegup keras. Bukan lantaran suka, tapi karena Ali selalu menundukkan pandangan pada semua wanita, sesuai perintah Allah SWT dalam Al Qur’an dan Rasulullah saw dalam hadits.
“Astaghfirullah…!”, Ali beristighfar.
Pandangan pertama adalah anugerah atau lampu hijau. Pandangan kedua adalah lampu kuning. Ketiga adalah lampu merah. Ali sangat khawatir bila dari mata turun ke hati karena pandangan mata adalah panah-panah iblis. Rasulullah SAW bersabda :
“Pandangan mata adalah salah satu panah dari panah-panah iblis. Barangsiapa menundukkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberikan kepadanya perasaan manisnya iman.”
***
Pada pertemuan kuliah selanjutnya, Nisa yang sering duduk di sebelah Ali, kian merasa aneh karena Ali tak pernah menatapnya kala berbicara. Ia lalu menanyakan hal itu kepada Utsman, teman dekat Ali. Mendengar penjelasan Utsman, tumbuh rasa kagum Nisa pada Ali.
“Aku akan tundukkan pandangan seperti Ali”, tekad Nisa dalam hati.
Hari demi hari Nisa mendekati Ali. Ia banyak bertanya tentang ilmu agama kepada Ali.
Karena menganggap Nisa adalah ladang da’wah yang potensial, Ali menanggapi dengan senang hati.
Hari berlalu… tanpa sengaja Ali memandang Nisa. Ada bisikan yang berkata,
“Sudahlah pandang saja, toh Nisa itu tidak terlau cantik.. Jadi mana mungkin kamu jatuh hati pada gadis seperti itu”
Namun bisikan yang lain muncul,
“Tundukkan pandanganmu. Ingat Allah! Cantik atau tidak, dia tetaplah wanita.”
Ali gundah.
“Kurasa, jika memandang Nisa, tak akan membangkitkan syahwat, jadi mana mungkin mata, pikiran dan hatiku ini berzina.”
Sejak itu, Ali terus menjawab pertanyaan-pertanyaan Nisa tentang agama, tanpa ghadhul bashar karena Ali menganggap Nisa sudah seperti adik… , hanya adik.
Ali dan Nisa kian dekat. Banyak hal yang mereka diskusikan. Masalah ummat maupun masalah agama. Bahkan terlalu dekat…
Hampir setiap hari, Ali dapat dengan bebas memandang Nisa. Hari demi hari, minggu demi minggu, tanpa disadarinya, ia hanya memandang satu wanita, NISA! Kala Nisa tak ada, terasa ada yang hilang. Tak ada teman diskusi agama…, tak ada teman berbicara dengan tawa yang renyah.., tak ada…wanita. DEG!!! Jantung Ali berdebar keras, bukan karena takut melanggar perintah Allah, namun karena ada yang berdesir di dalam hati…karena ia… mencintai Nisa.
Bisikan-bisikan itu datang kembali…
“Jangan biarkan perasaan ini tumbuh berkembang. Cegahlah sebisamu! Jangan sampai kamu terjerumus zina hati…! Cintamu bukan karena Allah, tapi karena syahwat semata.”
Tapi bisikan lain berkata,
“Cinta ini indah bukan? Memang indah! Sayang lho jika masa muda dilewatkan dengan ibadah saja. Kapan lagi kamu dapat melewati masa kampus dengan manis. Lagipula jika kamu pacaran kan secara sehat, secara Islami.. ‘Tul nggak!”
Ali mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Manalah ada pacaran Islami, bahkan hatimu akan berzina dengan hubungan itu. Matamu juga berzina karena memandangnya dengan syahwat. Hubungan yang halal hanyalah pernikahan. Lain itu tidak!!! Bukankah salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mengubur zina?”, bisikan yang pertama terdengar lagi.
Terdengar lagi bisikan yang lain, “Terlalu banyak aturan! Begini zina, begitu zina. Jika langsung menikah, bagaimana bila tidak cocok? Bukankah harus ada penjajakan dulu agar saling mengenal! Apatah lagi kamu baru kuliah tingkat satu. Nikah susah!”
Terdengar bantahan, “Benci karena Allah, cinta karena Allah. Jika pernikahanmu karena Allah, Insya Allah, Dia akan ridho padamu, dan akan sakinah keluargamu. Percayalah pada Tuhan penciptamu! Allah telah tentukan jodohmu. Contohlah Rasululah SAW, hubungan beliau dengan wanita hanya pernikahan.”
Bisikan lain berkata. “Bla.., bla.., Ali,… masa muda.., masa muda…, jangan sampai dilewatkan, sayang lho!”
Ali berpikir keras. Kali ini imannya benar-benar dilanda godaan hebat. Syetan telah berhasil membujuknya dengan perangkapnya yang selalu sukses sepanjang zaman, yaitu wanita.
Ali mengangkat gagang telepon. Jari-jarinya bergetar menekan nomor telepon Nisa.
“Aah.., aku tidak berani.” Ali menutup telepon.
Bisikan itu datang lagi, “Menyatakannya, lewat surat saja, supaya romantis…!”
“Aha! Benar! “ Ali mengambil selembar kertas dan menuliskan isi hatinya. Ia berencana akan menitipkannya pada teman dekat Nisa. Jantung Ali berdebar ketika dari kejauhan ia melihat Nisa terlihat menerima surat dari temannya dan membaca surat itu.
***
Esoknya, Utsman mengantarkan surat balasan dari Nisa untuk Ali, sembari berkata, “Nisa hari ini sudah pakai jilbab, dia jadi cantik lho. Sudah jadi akhwat!”
Ali terkejut mendengarnya, namun rasa penasarannya membuatnya lebih memilih untuk membaca surat itu terlebih dahulu daripada merenungi ucapan Ustman tadi.
Ali membaca surat itu dengan sungguh-sungguh. Ia benar-benar tak menyangka akan penolakan yang bersahaja namun cukup membuatnya merasa ditampar keras. Nisa menuliskan beberapa ayat dari Al Qur’an, isinya :
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nuur : 30)
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.”
(QS. Al Mu’minuun : 19).
Ali menghela nafas panjang… Astaghfirullah… Astaghfirullah… Hanya ucapan istighfar yang keluar dari bibirnya. Pandangan khianatku sungguh terlarang. Memandang wanita yang bukan mahram. Ya Allah… kami dengar dan kami taat. Astaghfirullah…
(Judul asli : Kala Iman Tergoda
Dengan revisi.
Pernah diterbitkan di Bulletin Biru SMUNSA No. 01/I/23 Shafar 1421 H)

Yang Khianat dan Yang Setia

email
Seorang pemuda Mesir yang telah mengembara sejak tahun 1948, telah berhasil mempersunting seorang gadis di negeri Swedia. Ini terjadi pada tahun 1974 sesudah sekian lama dia bekerja kesana kemari. Berbagai negeri telah dikunjunginya dan beragam kerja kasar telah dikerjakannya karena hanya bermodal tenaga. Dengan mempersunting gadis Swedia itu dia berhasil mendapatkan status kewarganegaraan Swedia. Dia bekerja di sebuah perusahaan listrik sebagai tukang las.  Nama pemuda itu ialah Ibrahim Sourio. Dua tahun bersuami isteri keduanya mendapatkan seorang puteri, diberi nama Ana Cameliya.
Pada suatu hari Ibrahim Sourio pergi ke pekerjannya seperti biasa. Tapi pada hari itu, dia terpaksa pulang ke rumahnya dua jam lebih cepat dari biasanya karena badannya kurang sehat. Setibanya di rumah, begitu membuka kamar, alangkah terperanjatnya ! Isterinya sedang dalam pelukan seorang lelaki tetangganya dan bergumul di atas tempat tidur tanpa pakaian sehelaipun. Diambilnya pisau, keduanya mau ditikam. Tapi tak sampai hati karena teringat anak puterinya yang masih kecil. Diapun segera mengangkat telepon untuk memanggil polisi. Isterinya dan laki-laki itu diancam agar tidak bergerak dari tempat tidur. Ketika polisi datang, dipaparkanlah duduk perkaranya. Saksi nyata peristiwa itu masih dalam adegannya… Tapi apa jawab polisi?  ”Kalau anda tidak senang dengan keadaan dan perilaku isteri anda lebih baik anda ceraikan saja agar tidak menganggu kesenangannya”, kata sang polisi.
Begitulah kiranya adat istiadat di belahan bumi sana. Antara suami isteri tidak boleh ganggu-menganggu. Masing-masing bebas mencari pasangan untuk kencan, meskipun masih terikat dalam perkawinan.
Suami pergi bekerja membanting tulang mencari nafkah, sedang isteri berbuat semaunya dan kesenangannya tidak boleh diganggu. Tak terbicara masalah kesetiaan, amanah pemeliharaan harta dan rumah tangga, malah sesuatu yang paling mullia pada diri dia cemarkan, yaitu kehormatan.
***
Sudah tiga tahun “S” hidup berumah tangga dengan pemuda M, sudah mendapat putera dua orang. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana di suatu desa di pedalaman Kalimantan. Ekonomi rakyat di daerah itu agak sulit dan mata pencaharian serba tidak cocok sehingga banyak yang merantau ke daerah lain.
Pada suatu hari suami (M) berkata kepada isterinya : “Dinda, izinkanlah kakak merantau ke Jambi mencari pekerjaan yang dapat memperbaiki nasib kita dan anak-anak kita ini. Bila keadaan mengizinkan kakak akan menjemputmu nanti… “
Dengan pasrah dan penuh doa, S melepas suaminya berangkat ke Jambi. Meskipun berat rasanya, namun demi perbaikan nasib hidup, dengan rela S melepaskan suaminya.
Seminggu, sebulan dan setahun, masih ada surat-surat yang memberitakan bahwa pekerjaan yang tetap belum ada, masih menanyakan bagaimana keadaan dua orang anak yang ditinggalkan. Tapi setelah terbilang hampir sembilan tahun surat-surat tak pernah datang. Berita terakhir yang diterima dari sumber yang bisa dipercaya, dari orang-orang yang pulang merantau dari daerah otu, suami (M) telah beristeri muda, sudah kaya berkecukupan dan malah sudah punya anak pula!
Yang menjadi perhatian kita ialah kesabaran si isteri (S) menunggu suaminya itu. Untuk kehidupan sehari-hari S menjual pisang goreng. Kedua anaknya sudah masuk ke sekolah dasar. Sekali-sekali S pergi ke surau. Di sana dia mendengarkan pengajian agama. Setelah terdengar kepastian bahwa suaminya telah kawin, keluarga dekatnya penasaran dan menyuruh S mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama minta cerai. S tidak menjawab dan berdiam diri.
Ada juga orang yang meminang dan membujuknya, maklum masih muda dan masih nampak kecantikannya. Lamaran dan bujukan itu dijawabnya dengan manis. Orang-orang sekampungnya mengatakan bahwa S adalah perempuan bodoh karena tidak mengadukan halnya ke Pengadilan Agama untuk minta cerai. Suami tidak memberi nafkah dan malah kawin lagi, bukankah hal ini sudah keterlaluan. Semua tuduhan itu dijawabnya dengan manis, “Mudah-mudahan Allah masih membekaliku kesabaran. Aku masih yakin bahwa suamiku akan kembali kepadaku, kalaupun bukan karena aku tapi karena anak-anaknya. Sekarang amanah yang paling berharga yaitu dua orang anaknya yang terus kupelihara dan aku didik sebaik-baiknya semampuku. Biarlah aku tidak bersuami dengan yang lain demi amanah ini, amanah yang ditinggalkan melebihi dari amanah harta benda atau materi. Adapun dia beristeri lagi, itu adalah haknya dan aku yakin dia beristeri bukanlah terburu nafsu, tapi untuk menjaga diri jangan sampai terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan. Bila dia telah kaya dan lupa kepada anak-anaknya sehingga anak-anaknya terlantar, maka dia sendiri nantinya yang akan menanggung dosanya di hari kiamat. Aku yakin hidup sekarang hanyalah hidup sementara dan hidup di akhirat adalah hidup yang kekal dan abadi.”
Demikianlah kisah singkat S. Yang menarik perhatian kita, bukan saja kesabarnnya menunggu, tapi keikhlasannya dalam memelihara amanah suaminya sehingga dia tidak menuntut cerai untuk bersuami dengan pria lain. Semua ini demi kedua anaknya. Bukankah kalau bersuami dengan pria lain, entah bagaimana nasib si anak dengan ayah tirinya dan kasih sayang ibupun tentunya akan terbagi pula. Alangkah dalam pandangan hidupnya bahwa suaminya beristeri bukanlah lantaran terburu nafsu tapi demi menjaga diri dari godaan setan yang setiap saat menganggu manusia untuk menjerumuskannya ke jurang kemaksiatan.
Demikian dua peristiwa dalam kehidupan berumah tangga. Kedua peristiwa ini berbeda sejauh langit dan bumi. Peristiwa pertama tentang khianatnya seorang isteri yang menghancurkan rumah tangga. Sedang peristiwa kedua tentang kesetiaan isteri dengan amanah yang ditinggalkan suami.
Yang pertama, isteri yang khianat terjadi karena isteri tidak mendapatkan bimbingan agama. Sedang yang kedua, isteri yang setia karena telah mendapatkan bimbingan wahyu yang benar.
Rasulullah SAW memberikan pernghargaan yang tinggi sekali kepada wanita yang setia kepada suaminya. Beliau pernah ditanya tentang perempuan manakah yang paling baik. Beliau menjawab : “Ialah yang menyenangkan bila dilihat suaminya, diikutinya suruhan suaminya dan tidak diselewengkan diri dan harta suaminya ke jalan yang tidak disukainya.” [ANW]
Sumber : “Buku Bunga Rampai dari Timur Tengah”